Mengikhlaskan untuk Kebaikan
Novrisa Putri Ramadani – Akuntansi (2021011010)
“Persahabatan adalah hal tersulit di dunia untuk dijelaskan. Itu bukan sesuatu yang Anda pelajari di sekolah. Tetapi jika Anda belum mempelajari arti persahabatan, Anda benar-benar belum belajar apa-apa.”- Muhammad Ali
Pernahkah
kamu berada dalam kondisi kehilangan seorang sahabat? Mungkin pernah bagi beberapa orang yang pernah merasakannya.
Bagaimana rasanya? Sedih bukan? Bahkan rasanya untuk mengungkapkan rasa itu sulit.
Dalam kondisi seperti ini kita tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya bisa
diam dan berusaha mengikhlaskan. Pastinya kita hanya bisa menyalahkan diri
sendiri. Lalu bagaimana caranya agar kita tidak selalu merasa sedih akan
kehilangan seorang sahabat? Apakah orang yang pergi meninggalkanmu karena suatu
hal akan memikirkan bahwa kamu merasa sangat kehilangan? Mungkin saja iya
ataupun tidak karena mereka telah yakin pada pilihannya.
Saya
pernah merasakan sedih saat kehilangan seorang sahabat atau teman baik yang
selalu ada saat suka maupun duka. Dia sama sekali tidak merasakan apa yang
terjadi pada diri saya. Di saat seperti ini, saya sadar bahwa ini bukan
sepenuhnya kesalahan dia, karena bisa saja ada hal dari diri kita yang tidak
bisa ia terima walaupun sudah lama dekat. Sebenarnya tidak baik juga kita
menyalahkan diri sendiri, tetapi harus bagaimana lagi jika hal itu sudah
terjadi.
Seorang
musisi sekaligus seorang penulis yaitu Fiersa Besari, pernah menulis seperti ini “Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apapun dalam hidup
ini. Mungkin hanya ditukar dengan sesuatu yang lebih indah.” Dari kutipan
tersebut, memiliki makna bahwa saat kita kehilangan seseorang yang dekat dengan
kita jangan terlalu larut dalam kesedihan. Karena bisa saja saat dia pergi kita
mendapatkan yang lebih baik dan selalu ada untuk kita. Bayangkan saja jika kita
terus menerus merasakan kehilangan dan kesedihan itu bisa merugikan diri kita.
Karena orang yang selalu kita sedihkan, belum tentu dia merasakan apa yang kita rasakan.
Memang
berat rasanya jika harus melepaskan sahabat apalagi jika sahabatmu itu pergi
untuk selamanya. Contohnya seperti seorang artis muda bernama Stefhanie Zamora yang belum lama
ini merasakan kehilangan seorang sahabat untuk selamanya. Dia berusaha
mengikhlaskan sahabatnya itu yang sudah lama bersamanya baik dalam keadaan suka
maupun duka. Karena dia percaya,
sahabatnya itu sudah tidak merasakan sakit lagi dan pasti sudah bahagia
sekarang.
Tidak
memiliki seorang sahabat belum tentu kita tidak bahagia. Samapai saat ini masih banyak orang-orang yang tidak memiliki
seorang sahabat bisa bahagia dengan caranya masing-masing. Bahkan selain itu,
kita bisa jadi memiliki banyak teman lagi karena kita tidak terpaku pada
seseorang yang dekat saja. Jangan takut merasa sendiri dan kesepian karena
tidak memiliki seorang sahabat. Karena berteman dengan siapa pun boleh asalkan
selalu mengajak kita ke hal yang positif.
Marilah
kita mengubah pola pikir kita untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dengan
mencoba ikhlas untuk melepaskannya itu bisa menjadi hal utama yang kita
lakukan. Memang rasanya berat sekali saat salah satu orang terpenting dalam
hidup kita memutuskan untuk pergi meninggalkan kita karena hal yang sudah dia
pilih. Memang benar tidak ada yang bisa
kamu lakukan saat sahabatmu melakukan hal ini. Apalagi dengan cara menahan
mereka untuk selalu ada di sampingmu. Maka, jalan terbaik adalah dengan
merelakannya walaupun itu berat. Jangan pernah sekalipun mempertahankan
seseorang yang tidak ingin untuk bersama kita lagi. Karena hal itu hanya dapat
membuat kita merasa sakit hati, saat dia sudah tidak menganggapmu spesial lagi.
Yang
kedua, jangan pernah lagi untuk menyalahkan diri sendiri atas kepergiannya.
Karena tidak semua yang terjadi dalam hal itu adalah kesalahanmu. Bisa saja
dengan alasan yang jelas orang bisa pergi dari hidup kita, sehingga lebih baik
tidak lagi untuk menyalahkan dirimu. Jika memang sahabatmu pergi dengan alasan
yang jelas, kamu bisa langsung untuk mengintropeksi dirimu dan belajar dari
kesalahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tetapi ingat, jangan
terlalu menyalahkan dirimu sendiri.
Yang
ketiga, kamu bisa membicarakan hal ini kepada orang lain. Dengan cara
membicarakan kepada orang kepercayaanmu untuk sekedar menghilangkan sedikit
beban dan meminta pendapat. Karena jika sedang merasakan hal ini, kamu juga
butuh seseorang untuk menjadi sandaran sejenak setelah kamu ditinggal pergi
orang yang kamu sayang. Sebenarnya putus persahabatan itu akan lebih menyakitkan
dibanding dengan hal lain yang menurtmu mengecewakan untuk dirimu.
Selanjutnya,
kamu bisa memindahkan semua barang yang menjadi saksi persahabatanmu dengannya
ke tempat yang jarang kamu lihat. Di dalam persahabatan pasti ada barang yang
banyak menyimpan kenangan bersama walaupun itu terlihat sederhana. Agar kamu
bisa dengan cepat melupakannya, kamu bisa membuang atau memindahkannya kedalam
kotak dan di tempatkan di suatu tempat yang jarang sekali kamu lihat, seperti
gudang. Dengan melakukan hal itu, bisa dengan efektif untuk melupakan kenangan
bersamanya.
Yang
terakhir kamu harus lakukan adalah menjalin kembali pertemanan dengan yang
baru. Walaupun terasa berat karena masih ada rasa trauma dalam diri, tetapi
cobalah secara perlahan melakukan hal ini. Cobalah untuk membuka hati dan diri
untuk mencari teman yang baik yang banyak. Dengan melakukan hal ini, kamu bisa
merasa tidak kehilangan yang telah pergi karena masih banyak yang baru di
kehidupanmu. Mungkin memang butuh waktu, untuk kamu mencari sahabat lagi,
tetapi lebih baik kamu fokus mencari yang baru yang pastinya dapat mengajakmu
ke arah yang lebih positif.
Putusnya
persahabatan dengan orang lain bukanlah hal yang mudah, tidak semua orang bisa
melakukan hal yang sulit ini dengan baik. Karena kita harus membiasakan diri
untuk tidak lagi bersama dengannya. Belum lagi melihat orang-orang yang masih
memiki sahabat dan menjalaninya dengan baik yang terkadang timbul rasa iri dan
sedih dalam hidup kita. Bukankah itu suatu rintangan yang besar untuk di lewati
dengan baik demi kamu bisa membuka lembaran baru untuk melanjutkan hidup baru
tanpa adanya sahabat yang sebelumnya selalu ada denganmu.
Meskipun
melupakan dan melepaskan orang tersayang sangatlah sulit, tetapi jika kita
percaya dan mau untuk melakukan hal itu untuk membuka lembaran baru dalam hidup
kita, pasti tidak ada yang tidak bisa. Jadi, mulai sekarang sayangilah dirimu
dan lihat orang-orang disekitarmu yang banyak mendukungmu untuk terus menjalani
hidup dengan baik dan membuka lembaran baru dengan yang lebih baik. Tetapi,
jika kamu masih terus saja tidak mau bangkit kembali untuk menjalani hidupmu
dan terus berlarut dalam kesedihan atas kepergian sahabatmu, ya sudah teruskan
saja. Tetapi kamu jangan menyesal dikemudian hari jika kamu tidak mau bangkit
untuk terus menjalani hidupmu dengan yang lebih baik, sama saja kamu telah
mengubur impianmu secara perlahan, dan apakah kamu rela impianmu yang pastinya
sudah kamu buat harus hilang begitu saja?