Selasa, 21 Desember 2021

Mengikhlaskan Untuk Kebaikan

 

Mengikhlaskan untuk Kebaikan

Novrisa Putri Ramadani – Akuntansi (2021011010) 

“Persahabatan adalah hal tersulit di dunia untuk dijelaskan. Itu bukan sesuatu yang Anda pelajari di sekolah. Tetapi jika Anda belum mempelajari arti persahabatan, Anda benar-benar belum belajar apa-apa.”- Muhammad Ali



 

Pernahkah kamu berada dalam kondisi kehilangan seorang sahabat? Mungkin pernah  bagi beberapa orang yang pernah merasakannya. Bagaimana rasanya? Sedih bukan? Bahkan rasanya untuk mengungkapkan rasa itu sulit. Dalam kondisi seperti ini kita tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya bisa diam dan berusaha mengikhlaskan. Pastinya kita hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Lalu bagaimana caranya agar kita tidak selalu merasa sedih akan kehilangan seorang sahabat? Apakah orang yang pergi meninggalkanmu karena suatu hal akan memikirkan bahwa kamu merasa sangat kehilangan? Mungkin saja iya ataupun tidak karena mereka telah yakin pada pilihannya.

Saya pernah merasakan sedih saat kehilangan seorang sahabat atau teman baik yang selalu ada saat suka maupun duka. Dia sama sekali tidak merasakan apa yang terjadi pada diri saya. Di saat seperti ini, saya sadar bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan dia, karena bisa saja ada hal dari diri kita yang tidak bisa ia terima walaupun sudah lama dekat. Sebenarnya tidak baik juga kita menyalahkan diri sendiri, tetapi harus bagaimana lagi jika hal itu sudah terjadi.

Seorang musisi sekaligus seorang penulis yaitu Fiersa Besari, pernah menulis seperti ini “Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apapun dalam hidup ini. Mungkin hanya ditukar dengan sesuatu yang lebih indah.” Dari kutipan tersebut, memiliki makna bahwa saat kita kehilangan seseorang yang dekat dengan kita jangan terlalu larut dalam kesedihan. Karena bisa saja saat dia pergi kita mendapatkan yang lebih baik dan selalu ada untuk kita. Bayangkan saja jika kita terus menerus merasakan kehilangan dan kesedihan itu bisa merugikan diri kita. Karena orang yang selalu kita sedihkan, belum tentu dia merasakan apa yang kita rasakan.

Memang berat rasanya jika harus melepaskan sahabat apalagi jika sahabatmu itu pergi untuk selamanya. Contohnya seperti seorang artis  muda bernama Stefhanie Zamora yang belum lama ini merasakan kehilangan seorang sahabat untuk selamanya. Dia berusaha mengikhlaskan sahabatnya itu yang sudah lama bersamanya baik dalam keadaan suka maupun  duka. Karena dia percaya, sahabatnya itu sudah tidak merasakan sakit lagi dan pasti sudah bahagia sekarang.  

Tidak memiliki seorang sahabat belum tentu kita tidak bahagia. Samapai saat ini masih  banyak  orang-orang yang tidak memiliki seorang sahabat bisa bahagia dengan caranya masing-masing. Bahkan selain itu, kita bisa jadi memiliki banyak teman lagi karena kita tidak terpaku pada seseorang yang dekat saja. Jangan takut merasa sendiri dan kesepian karena tidak memiliki seorang sahabat. Karena berteman dengan siapa pun boleh asalkan selalu mengajak kita ke hal yang positif.

Marilah kita mengubah pola pikir kita untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dengan mencoba ikhlas untuk melepaskannya itu bisa menjadi hal utama yang kita lakukan. Memang rasanya berat sekali saat salah satu orang terpenting dalam hidup kita memutuskan untuk pergi meninggalkan kita karena hal yang sudah dia pilih. Memang benar tidak ada yang  bisa kamu lakukan saat sahabatmu melakukan hal ini. Apalagi dengan cara menahan mereka untuk selalu ada di sampingmu. Maka, jalan terbaik adalah dengan merelakannya walaupun itu berat. Jangan pernah sekalipun mempertahankan seseorang yang tidak ingin untuk bersama kita lagi. Karena hal itu hanya dapat membuat kita merasa sakit hati, saat dia sudah tidak menganggapmu spesial lagi.

Yang kedua, jangan pernah lagi untuk menyalahkan diri sendiri atas kepergiannya. Karena tidak semua yang terjadi dalam hal itu adalah kesalahanmu. Bisa saja dengan alasan yang jelas orang bisa pergi dari hidup kita, sehingga lebih baik tidak lagi untuk menyalahkan dirimu. Jika memang sahabatmu pergi dengan alasan yang jelas, kamu bisa langsung untuk mengintropeksi dirimu dan belajar dari kesalahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tetapi ingat, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. “Menurut para ahli, ada kelompok-kelompok yang cenderung sering terjebak dalam perasaan bersalah. Kelompok tersebut terdiri dari orang-orang dengan masalah obsesif yang punya keyakinan bahwa mereka harus melakukan segalanya dengan sempurna.”

Yang ketiga, kamu bisa membicarakan hal ini kepada orang lain. Dengan cara membicarakan kepada orang kepercayaanmu untuk sekedar menghilangkan sedikit beban dan meminta pendapat. Karena jika sedang merasakan hal ini, kamu juga butuh seseorang untuk menjadi sandaran sejenak setelah kamu ditinggal pergi orang yang kamu sayang. Sebenarnya putus persahabatan itu akan lebih menyakitkan dibanding dengan hal lain yang menurtmu mengecewakan untuk dirimu.

Selanjutnya, kamu bisa memindahkan semua barang yang menjadi saksi persahabatanmu dengannya ke tempat yang jarang kamu lihat. Di dalam persahabatan pasti ada barang yang banyak menyimpan kenangan bersama walaupun itu terlihat sederhana. Agar kamu bisa dengan cepat melupakannya, kamu bisa membuang atau memindahkannya kedalam kotak dan di tempatkan di suatu tempat yang jarang sekali kamu lihat, seperti gudang. Dengan melakukan hal itu, bisa dengan efektif untuk melupakan kenangan bersamanya.

Yang terakhir kamu harus lakukan adalah menjalin kembali pertemanan dengan yang baru. Walaupun terasa berat karena masih ada rasa trauma dalam diri, tetapi cobalah secara perlahan melakukan hal ini. Cobalah untuk membuka hati dan diri untuk mencari teman yang baik yang banyak. Dengan melakukan hal ini, kamu bisa merasa tidak kehilangan yang telah pergi karena masih banyak yang baru di kehidupanmu. Mungkin memang butuh waktu, untuk kamu mencari sahabat lagi, tetapi lebih baik kamu fokus mencari yang baru yang pastinya dapat mengajakmu ke arah yang lebih positif.

Putusnya persahabatan dengan orang lain bukanlah hal yang mudah, tidak semua orang bisa melakukan hal yang sulit ini dengan baik. Karena kita harus membiasakan diri untuk tidak lagi bersama dengannya. Belum lagi melihat orang-orang yang masih memiki sahabat dan menjalaninya dengan baik yang terkadang timbul rasa iri dan sedih dalam hidup kita. Bukankah itu suatu rintangan yang besar untuk di lewati dengan baik demi kamu bisa membuka lembaran baru untuk melanjutkan hidup baru tanpa adanya sahabat yang sebelumnya selalu ada denganmu.

Meskipun melupakan dan melepaskan orang tersayang sangatlah sulit, tetapi jika kita percaya dan mau untuk melakukan hal itu untuk membuka lembaran baru dalam hidup kita, pasti tidak ada yang tidak bisa. Jadi, mulai sekarang sayangilah dirimu dan lihat orang-orang disekitarmu yang banyak mendukungmu untuk terus menjalani hidup dengan baik dan membuka lembaran baru dengan yang lebih baik. Tetapi, jika kamu masih terus saja tidak mau bangkit kembali untuk menjalani hidupmu dan terus berlarut dalam kesedihan atas kepergian sahabatmu, ya sudah teruskan saja. Tetapi kamu jangan menyesal dikemudian hari jika kamu tidak mau bangkit untuk terus menjalani hidupmu dengan yang lebih baik, sama saja kamu telah mengubur impianmu secara perlahan, dan apakah kamu rela impianmu yang pastinya sudah kamu buat harus hilang begitu saja?


Mengikhlaskan Untuk Kebaikan

  Mengikhlaskan untuk Kebaikan Novrisa Putri Ramadani – Akuntansi (2021011010)   “Persahabatan adalah hal tersulit di dunia untuk dijela...